Saat ini mungkin kita sedang dalam masa produktif dan sedang
bekerja/berwirausaha. Jika Anda pegawai kantoran, Anda bisa berharap untuk
mendapatkan uang pensiun. Pernahkah Anda membayangkan apa yang Anda hadapi saat
masa pensiun menjelang?
Katakanlah kita saat ini berusia 30 tahun. Berarti kita masih memiliki 25
tahun masa kerja sebelum pensiun. Dengan asumsi tingkat inflasi rata-rata
adalah 11,1% maka harga sepiring nasi yang sekarang adalah 8 ribu rupiah
akan menjadi sekitar 111 ribu rupiah. Terlihat fantastis? Kita baru berbicara masalah makan siang. Jika saat ini kebutuhan
hidup bulanan adalah 5 juta rupiah, maka saat kita pensiun, kita membutuhkan dana 70 juta rupiah per bulan hanya untuk menjaga agar
strandar hidup tidak turun. Silakan mencari tahu mengenai program pensiun
yang Anda ikuti saat ini. Berapakah yang akan Anda dapatkan saat pensiun nanti.
Apakah jumlah tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan hidup Anda nantinya?
Sepertinya sebagian besar akan menjawab tidak.
Sebaiknya kita mulai memikirkan bagaimana caranya mengalahkan inflasi. Cara yang tepat adalah berinvestasi atau lebih tepatnya berinvestasi yang returnnya dapat mengalahkan tingkat inflasi. Investasi apa saja? Banyak alternatifnya. Bisa saham, obligasi, atau mungkin tanah. Return dari instrumen-instrumen tersebut biasanya dapat mengungguli tingkat inflasi. Sebagai contoh, dalam jangka panjang harga saham akan naik sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Logikanya, semakin tinggi tingkat inflasi, maka perusahaan akan dapat menjual barang dengan harga yang lebih tinggi kan? Oleh karenanya dengan adanya inflasi saja harga saham akan cenderung naik.
Sebaiknya kita mulai memikirkan bagaimana caranya mengalahkan inflasi. Cara yang tepat adalah berinvestasi atau lebih tepatnya berinvestasi yang returnnya dapat mengalahkan tingkat inflasi. Investasi apa saja? Banyak alternatifnya. Bisa saham, obligasi, atau mungkin tanah. Return dari instrumen-instrumen tersebut biasanya dapat mengungguli tingkat inflasi. Sebagai contoh, dalam jangka panjang harga saham akan naik sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Logikanya, semakin tinggi tingkat inflasi, maka perusahaan akan dapat menjual barang dengan harga yang lebih tinggi kan? Oleh karenanya dengan adanya inflasi saja harga saham akan cenderung naik.
Investasi dilakukan
karena ada tujuan. Pada umumnya ada 5 tujuan investasi, yaitu:
Untuk
berjaga-jaga. Banyak orang mengatakan bahwa salah satu kepastian dalam
hidup ini adalah ketidakpastian. Hidup manusia selalu dikelilingi dengan
resiko, baik kecil maupun besar. Untuk tujuan berjaga-jaga inilah kita melakukan
investasi sehingga diharapkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan
secara tiba-tiba dalam hal keuangan, kita masih memiliki cadangan untuk
mengatasinya.
Mendapatkan
keuntungan. Kita melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek
berupa kenaikan nilai dari jumlah dana yang diinvestasikan.
Mengalahkan
inflasi. Harapan kita adalah mendapatkan hasil investasi yang jauh di atas
angka inflasi.
Memiliki
kehidupan yang lebih layak. Setiap orang menginginkan kemajuan dalam hidupnya,
termasuk dalam hal materi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satu
cara yang bisa ditempuh adalah melakukan investasi sedini mungkin.
Mempersiapkan
dana pensiun, ini bagi pekerja / karyawan. Jika seseorang memasuki usia
pensiun, berarti dia tidak bisa lagi mengharapkan pendapatan dari kantor
tempat ia bekerja. Karena itu mau tak mau kita harus mempersiapkan sendiri
dana-dana yang dibutuhkan pada saat-saat masuk pensiun. Untuk mencukupi
kebutuhan dana tersebut, kita harus memulai investasi sejak dini.
Sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia, kita hanya perlu merogoh kocek
sekitar Rp 2 juta untuk membeli sebuah sepeda motor baru. Tapi, kini harga
sepeda motor baru minimal sudah mencapai sekitar Rp 14 juta. Selain motor,
harga rumah, mobil, minyak, bensin, bahkan sampai harga nasi bungkus juga makin
mahal. Ini fakta bahwa kita telah mengalami inflasi yang sangat tinggi dalam 10
tahun terakhir.
Namun, apakah inflasi, apa yang memicu inflasi, dan apa dampaknya bagi investasi kita? Definisi inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus. Tingkat inflasi dinyatakan dalam persen setiap tahun.
Jika inflasi meningkat, nilai uang kita juga akan menyusut. Sebab, dengan jumlah uang yang sama kita hanya mampu membeli produk atau jasa dalam jumlah yang semakin sedikit.
Saat ini, negara-negara maju berusaha menjaga inflasi mereka di angka 2%-3%. Sementara, di negara-negara berkembang biasanya tingkat inflasinya lebih tinggi.
Namun, apakah inflasi, apa yang memicu inflasi, dan apa dampaknya bagi investasi kita? Definisi inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus. Tingkat inflasi dinyatakan dalam persen setiap tahun.
Jika inflasi meningkat, nilai uang kita juga akan menyusut. Sebab, dengan jumlah uang yang sama kita hanya mampu membeli produk atau jasa dalam jumlah yang semakin sedikit.
Saat ini, negara-negara maju berusaha menjaga inflasi mereka di angka 2%-3%. Sementara, di negara-negara berkembang biasanya tingkat inflasinya lebih tinggi.
Dari tahun 1997 sampai
akhir tahun 2010, rata-rata tingkat inflasi Indonesia adalah 13.26 %. Pernah
mencapai tingkat tertingginya di level 82.40% di bulan September 1998 dan
mencatat tingkat inflasi terendah di bulan Maret 2000 yaitu 1.17%. Untuk akhir
tahun 2011, Indonesia mencatatkan tingkat inflasi sebesar 3.79%.
Dampak inflasi terhadap
portofolio investasi Anda sangat bergantung pada jenis instrumen investasi yang
Anda miliki. Jika hanya berinvestasi di saham, Anda mestinya tak perlu terlalu
khawatir. Pasalnya, dalam jangka panjang, pendapatan dan laba emiten saham akan
tumbuh mengikuti inflasi. Karenanya, dalam jangka panjang, inflasi juga akan
membuat harga saham selalu naik. Jadi, Anda tak perlu khawatir inflasi itu akan
menggerus investasi saham Anda.Tetapi tentunya dengan syarat pemilihan yang
tepat terhadap saham-saham yang dapat mengatasi resiko yang ada.
Kita harus lebih fokus lagi
dengan membuat suatu perencanaan investasi agar tujuan-tujuan keuangan kita
dapat tercapai. Rasanya petuah orang tua kita dahulu untuk menabung ada
benarnya, namun sayangnya dengan menabung saja kita akan kesulitan menghadapi
laju inflasi. Mari berpindah dari budaya menabung ke budaya berinvestasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar